Antioksidan Keluarga Berry part 3

Cranberry

Sebagai salah satu dari tiga buah asli Amerika Utara, cranberry itu adalah makanan pokok dalam kehidupan Amerika asli. Di samping menggunakan cranberry sebagai pengawet makanan dan pewarna kain, Suku Indian percaya cranberry adalah obat penyembuhan yang dapat menenangkan saraf dan menarik racun dari luka panah.

Cranberry dapat menjadi penawar untuk “luka racun”. Telah lama diketahui bahwa minum jus cranberry adalah obat untuk infeksi saluran kencing, tapi bukti-bukti baru tentang bagaimana cranberry memberikan perlindungan dari bakteri telah menyebabkan sejumlah penemuan tentang dampaknya terhadap penyakit lainnya. Selain itu, pengetahuan baru-baru ini sifat antioksidan berry mempengaruhi pada penyakit kardiovaskuler, kerusakan saraf, infeksi virus dan bahkan beberapa jenis kanker. Berikut adalah kandungan antioksidan cranberry:

  • pigmen : anthocyanin (berbagai bentuk peonidin dan cyanidin)
  • phytochemical lainnya: tanin padat (juga disebut proanthocyanidin), quercetin, kaempferol, myricetin, cathechin, epigallocatechin gallate, asam ellagic, asam chlorogenic, asam benzoic, lignan.
  • kandungan vitamin dan mineral setiap penyajian (satu mangkuk): vitamin C (22%), thiamin (2%), potasium (2%).
  • kandungan serat setiap penyajian: 16%
  • skor ORAC (kandungan antioksidan): 1.750

Cranberry memiliki rasa yang sangat asam dan pahit, hal tersebut dikarenakan cranberry mengandung tannin yang cukup tinggi. Fungsi tannin yaitu untuk mencegah infeksi saluran air kencing. Selain itu cranberry mengandung asam ellagic yang berfungsi untuk melawan kanker. Cranberry juga mengandung salah satu senyawa terpenting dalam teh yang bisa memerangi kanker yaitu epigallo-catechin gallate (EGCG).

Elderberry

Elderberry biasa disebut sebagai “obat dada untuk orang biasa.” Hampir semua bagian dari pohon (daun, buah, akar dan kulit kayu) telah digunakan untuk mengobati sejumlah penyakit selama bertahun-tahun. Elderberry yang kaya anthocyanin adalah sumber zat besi dan kalium yang bagus. Elderberry tersebut mengandung 87% kebutuhan vitamin C harian, dan belum lagi 41% dari kebutuhan serat yang disarankan. belum ada tes ORAC yang dilakukan pada elderberry segar, tapi tes awal terhadap ekstrak elderberry mengindikasi kekuatan antioksidan yang sangat kuat. Elderberry dapat membentu melawan stress oksidatif, melindungi dari penyakit jantung dan stroke, serta berpotensi untuk antiperadangan.

sekilas tentang kandungan antioksidan elderberry:

  • pigmen : anthocyanin (berbagai jenis cyanidin), betakaroten
  • phytochemical lainnya: quercetin, cathechin, asam ellagic.
  • kandungan vitamin dan mineral setiap penyajian (satu mangkuk): vitamin C (87%), vitamin A (17%), vitamin B6 (17%), niacin  (4%), folat (2%), besi (13%), potasium (12%), fosfor (6%), kalsium (6%).
  • kandungan serat setiap penyajian: 41%
  • skor ORAC (kandungan antioksidan): belum ada

sumber : Josheph, James A. 2008. Diet Sehat dengan Kode Warna Makanan. Jakarta: Mizan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s