Gagal Ginjal Kronik (GGK) part 2

Gambaran Klinis Gagal Ginjal Kronik

Di Indonesia kita masih menemukan cukup banyak penderita dengan gejala klinis yang lanjut dan berat. Istilah uremia dipakai pada penderita uremia. Pada umumnya gejala baru nampak bila faal ginjal sudah sedemikian rupa sehingga ureum darah lebih dari 100-150 ml/dt. Pada penderita yang lanjut dikemukakan keadaan umum yang jelek, pucat, hiperpekmentasi kulit, mulut dan bibir yang kering, “twicing otot”, kesadaran semakin menurun dan koma. Bila kita mencurigai adanya CRF maka pemeriksaan yang sangat membantu dalam menegakkan diagnosis adalah  pemeriksaaan kreatinin dan ureum darah. Kreatinin lebih berbanding langsung dengan faal ginjal (GFR-Glomerulus Filtrsion Rate) karena zat ini menggambarkan hubungan metabolisme otot dan faal ginjal.

Manifestasi Klinis Gagal Ginjal Kronik

Gejala klinis yang timbul pada gagal ginjal kronik merupakan manifesrasi dari :

  1. Kegagalan tubuh dalam mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit;
  2. Penumpukan metabolic toksik yang disebut toksik uremik;
  3. Kurangnya hormone ginjal seperti eritropoetin dan bentuk aktif vitamin D;
  4. Abnormalitas respon dan organ terhadap hormone endogen (hormone pertumbuhan).

Pada pasien gagal ginjal kronik yang disebabkan penyakit glomerulos atau kelainan herediter, gejala klinis dari penyebab awalnya dapat kita ketahui sedangkan gejal gagal ginjal kroniknya sendiri tersembunyi dan hanya menunjukan keluhan non spesifik seperti sakit kepala, lelah, alergi, kurang nafsu makan, muntah, polidepdia, poliuria dan gangguan pertumbuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s