Gagal Ginjal Kronik (GGK) part 1

Definisi

Gagal Ginjal Kronik adalah penurunan fungsi ginjal yang bertahap, progresif, menahun dan tidak reversible. Gangguan menetap pada kedua fungsi glomerulus dan tubulus yang sangat berat sehingga ginjal tidak dapat mempertahankan lingkungan di dalam tubuh tetap normal. Batasan ini dapat meliputi fungsi ringan tanpa keluhan, seiring disebut penurunan fungsi ginjal kronik.

Gangguan ginjal kronik merupakan penurunan fungsi ginjal yang bersifat persistem dan inverensibel. Gangguan fungsi ginjal adalah penurunan laju filtrasi glomerulus yang dapat digolongkan ringan, sedang dan berat. Kondisi gagal ginjal kronik ini biasanya timbul secara perlahan dan sifatnya menaun, dengan sedikit gejala pada awalnya, bahkan lebih sering penderita tidak merasakan adanya gejala. Tahu-tahu fungsi ginjal sudah menurun sekitsr 25% dari normal. Gagal ginjal kronik penurunan fungsi ginjal yang telah berlangsung lama dan umumnya tidak dapat pulih, sedangkan jika penurunan fungsi ginjal sudah mencapai tahap stadium akhir dan ginjal tidak dapat berfungsi lagi disebut gagal ginjal terminal (GGT).

Etiologi

Penyebab gagal ginjal tidak selalu sama diberbagai negara dan juga polanya berubah sesuai dengan kondisi tiap negara. Glomerulonefritis merupakan etiologi yang utama diseluruh dunia, tetapi di Indonesia dan beberapa negara berkembang tidak selalu glomerulonefritis menjadi penyebab terbesar. Gagal ginjal kronik merupakan kelanjutan dari beberapa jenis penyakit seperti : (1) Glomerulonefritis, (2) Infeksi kronis misalnya tuberkolosis, (3) Kelainan bawaan seperti kista ginjal, (4) Obstruksi ginjal seperti batu ginjal, (5) Obat-obatan yang merusak ginjal misalnya pemberian terapi aminoglikosida dalam jangka panjang, (6) Penyakit endokrin misalnya diabetes mellitus, (7) Penyakit jaringan pengikat misalnya pada lupus, (8) Penyakit vaskuler seperti hipertensi. Semua factor tersebut akan merusak jaringan ginjal secara bertahap dan menyebabkan gagal ginjal.

Patofisiologi

Gagguan metabolisme pada hemodialisa terjadi karena hemodialisa menyebabkan proses katabolic, yaitu setiap tindakan hemodialisa akan kehilangan 10-12 gr asam amino. Dan sepertiga merupakan asam amino essensial (AAE). Disamping itu bila dipakai dianalisa tanpa glukosa maka 20-30 gr glukosa tubuh akan keluar ke dialisat dan ini akan mengakibatkan proses glukogenesis dari protein tubuh, jadi hemodialisa akan menyebabkan pemecahan protein tubuh yang diduga akibat intervensi antara darah dan membran muatan (Dializer). Menurut teori nefron utuh, kehilangan fungsi ginjal normal akibat dari penurunan jumlah nefron yang berfungsi dengan tepat. Gambaran kursial dari teori ini adalah bahwa keseimbangan antara glomerulus dan tubulus dipertahankan nilai jumlah nefron berkurang sampai yang tidak adekuat untuk mempertahankan keseimbangan homeostatis terjadi gangguan fisiologi. Gagal ginjal akhirnya mempenggaruhi semua system tubuh karena ketidakmampuan ginjal melakukan fungsi metaboliknya dan untuk membersihkan toksin dari darah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s