Dialisis

Dialysis adalah suatu tindakan terapi pada penaggulangan ginjal lanjut yang lazim disebut gagal ginjal terminal (GGT). Dialysis sebagai tindakan terapi pengganti, karena tindakan ini hanya menggantikan fungsi ginjal yaitu fungsi ekskresi untuk membuang zat-zat toksik dari tubuh. Jadi pada tindakan dialysis fungsi lain dari ginjal seperti produksi hormone, tidak digantikan sehingga penderita yang kekurangan hormone eritropoetin misalnya akan tetap anemia.

Hemodialisa adalah suatu prosedur dimana darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan beredar dalam sebuah mesin diluar tubuh yang disebut dialyzer. Prosedur ini memerlukan jalan masuk ke aliran darah. Untuk memenuhi kebutuhan ini, maka dibuat suatu hubungan buatan diantara arteri dan vena (fistula arteriovenosa) melalui pembedahan. Pada hemodialisa, darah penderita mengalir melalui suatu selang yang dihubungkan ke fistula arteriovenosa dan dipompa ke dalam dialyzer.

Untuk mencegah pembekuan darah selama berada dalam dialyzer maka diberikan heparin. Di dalam dialyzer, suatu selaput buatan yang memiliki pori-pori memisahkan darah dari suatu cairan (dialisat) yang memiliki komposisi kimia yang menyerupai cairan tubuh normal. Tekanan di dalam ruang dialisat lebih rendah dibandingkan dengan tekanan di dalam darah, sehingga cairan, limbah metabolik dan zat-zat racun di dalam darah disaring melalui selaput dan masuk ke dalam dialisat. Tetapi sel darah dan protein yang besar tidak dapat menembus pori-pori selaput buatan ini.

Darah yang telah dicuci lalu dikembalikan ke dalam tubuh penderita. Dialyzer memiliki ukuran dan tingkat efisiensi yang berbeda-beda. Mesin yang lebih baru sangat efisien, darah mengalir lebih cepat dan masa dialisa lebih pendek (2-3 jam, sedangkan mesin yang lama memerlukan waktu 3-5 jam). Sebagian besar penderita gagal ginjal kronis perlu menjalani dialisa senayak 3 kali/seminggu. Dipihak lain tindakan dialysis dapat juga menyebabkan komplikasi atau resiko akibat proses dialysis sendiri, termasuk mempenggaruhi status gizi. HD juga dapat menyebabkan komplikasi seperti di bawah ini :

  • Perdarahan aktif : akibat pemberian antikoagulasi sistemik dan dosis hepain yang digunakan pada saat HD
  • Gangguan keseimbangan pada dialysis : gangguan keseimbangan inimerupakan sindroma yang dapat terjadi selama beberapa kali pengobatan pertama pada pasien yang menderita uremia sangat parah dan sindroma ini berkaitan dengan edema susunan saraf pusat akibat pergeseran ostomik yang cepat. Gejala-gejala meliputi nyeri kepala, kejang-kejang. Komplikasi dapat dicegah atau diperbaiki dengan menggunakan aliran darah yang lambat.
  • Lama pengobatan diperpendek selama beberapa kali dialysis petama
  • Perikarditis : penyakit yang sering ditemukan pada GGK akibat ureum tinggi
  • Hipotensi : selama dialysis dapat terjadi sebagai akibat beberapa factor termasuk kekuranggan cairan,  kandungan natrium rendah dalam dialysis, reaksi alergi terhadap dialiser, intoleran terhadap dialisat yang mengandung asetat dan gangguan ventrikel kiri. Pengobatan akut meliputi pemberian infuse dengan larutan garam fisiologi, penurunan darah dialiser dan penurunan laju ultrafiltrasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s